SAKRAMEN BAPTIS

Kita sudah mengetahui bahwa dalam Gereja Katolik ada tujuh sakramen. Sakramen yang pertama adalah sakramen baptis atau disebut juga sakramen permandian suci. Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang sakramen ini antara lain:

  1. Sakramen baptis adalah sakramen dasar dan prasayarat (syarat pertama dan utama) untuk dapat menerima sakramen-sakramen lainnya.
  2. Sakramen baptis adalah salah satu sakramen yang hanya boleh diterima sekali untuk selamanya.
  3. Bentuk klasik dari penyelenggaraan pembaptisan adalah tiga kali perendaman ke dalam air, tetapi bisa juga dengan menuangkan air tiga kali di atas kepala calon sambil pelayan mengatakan, “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus (KGK 1229-1245,1278). Air melambangkan pembersihan dan kehidupan baru.
  4. Yang dapat dibaptis adalah setiap orang yang belum pernah dibaptis. Satu-satunya syarat adalah iman yang harus diikrarkan secara public dalam upacara liturgi sakramen baptis (KGK 1240 – 1252).
  5. Gereja Katolik (dan banyak gereja lain) mempraktikkan pembaptisan bayi dan kanak-kanak, Alasannya adalah, bahwa sebelum kita memutuskan untuk menuju Allah, Allah sudah terlebih dahulu memutuskan untuk memanggil kita. Karena itu baptisan adalah Rahmat, suatu karunia cuma-cuma dari Allah, yang menerima kita tanpa syarat. Dalam hal ini orangtua Katolik mengharapkan yang terbaik untuk anak-anak mereka sehingga mereka pun mengharapkan baptisan bagi anak-anak mereka. Dngan pembaptisan itu, bayi dan kanak-kanak dibebeaskan dari pengaruh dosa dan kuasa maut.
  6. Dengan pembaptisan kita menerima beberapa Rahmat (KGK 1262–1270) antara lain: a) Penghapusan dosa asal dan semua dosa pribadi dihapuskan; b) Kelahiran baru dalam Roh Kudus sehingga kita menjadi anak-anak Allah; c) Masuk dalam kenaggotaan Gereja: umat beriman baru menjadi bagian dari Tubuh Kristus, yakni Gereja, dan d) Meterai rohani, yakni dengan pembeptisan kita menerima “tanda tak terhapuskan” yang tidak dapat diulangi.
  7. Siapa yang dapat membaptis? Normalnya Uskup Imam atau Diakon menjadi pelayan sakramen baptis. Tetapi dalam keadaan darurat, setiap orang Kristen yang sudah dibaptis dapat membaptis dengan mengucurkan air di atas kepala si penerima dengan mengatakan, “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”.
  8. Biasanya pada pembaptisan kita mendapat nama baru yang kita sebut dengan nama baptis. Melalui nama yang kita terima dalam pembaptisan itu Tuhan mengatakan kepada kita, “Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku (Yes 43:1).
  9. Biasanya nama baptis nama para Santo Santa itu bermaksud bahwa tidak ada teladan yang lebih baik dari para santo santa, dan tidak ada penolong yang lebih baik dari pada mereka. Sehingga dengan menggunakan nama-para kudus menjadikan kita memiliki sahabat dalam Tuhan (KGK 2156-2159, 2165-2167).
Terima kasih dan semoga bermanfaat!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentar atau pertanyaan Anda disini