Setiap kali kita mengikuti Perayaan Ekaristi, ada satu momen yang sering dianggap sebagai rutinitas atau formalitas saja, tetapi sesungguhnya sangat penting, yaitu pengumpulan persembahan atau kolekte. Kolekte bisa berupa uang atau kadang hasil bumi, barang, dll. Lalu apa maknanya bagi kita?
Pertama, kolekte adalah ungkapan syukur kita kepada Allah. Katekismus Gereja Katolik (KGK 1357) menegaskan bahwa dalam Ekaristi, Gereja mempersembahkan kepada Allah apa yang pertama-tama datang dari-Nya, yaitu roti dan anggur, sebagai tanda ciptaan yang dikembalikan kepada Pencipta. Dengan demikian, apa pun yang kita persembahkan, termasuk uang kolekte, adalah tanda syukur bahwa hidup dan rezeki kita berasal dari Tuhan.
Kedua, kolekte adalah tanda partisipasi dalam karya Gereja. Sacrosanctum Concilium (Konstitusi Liturgi Suci, artikel 48) menegaskan bahwa umat beriman hendaknya “ikut serta dalam kurban Ekaristi, bukan hanya dengan mempersembahkan kurban tak bernoda, tetapi juga dengan mempersembahkan dirinya sendiri.” Maka, persembahan uang hanyalah simbol; yang terutama ialah kita mempersembahkan diri kita kepada Allah.
Ketiga, kolekte adalah wujud kasih dan solidaritas. KGK 1351 menyatakan bahwa sejak awal Gereja, umat beriman membawa persembahan mereka untuk menolong kaum miskin. Jadi, kolekte tidak hanya untuk kebutuhan liturgi dan pastoral, tetapi juga untuk karya amal kasih. Santo Paulus mengingatkan kita: “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor 9:7). Dengan memberi, kita belajar berbagi, peduli, dan menyatukan diri dalam kasih persaudaraan.
Kita semua diajak untuk
tidak memandang kolekte sebagai kewajiban atau rutinitas semata, tetapi sebagai
tindakan iman, syukur, dan kasih. Jumlah yang kita berikan mungkin kecil,
tetapi bila disertai dengan hati yang tulus, Allah menerimanya sebagai
persembahan yang berkenan di hadapan-Nya.
Selain itu penting juga diingat, kita hendaknya memberi yang terbaik jangan diremas dulu sampai kecil sekali atau uang yang sudah robek atau yang sudah sangat lusuh, karena yang kita berikan adalah wujud diri kita yang kita persembahkan untuk Tuhan dan untuk sesama. Semoga setiap kali kita memberi dalam kolekte, kita juga mempersembahkan hati, hidup, dan seluruh karya kita untuk dipersatukan dengan kurban Kristus di altar.








0 komentar:
Posting Komentar
Tuliskan komentar atau pertanyaan Anda disini