Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Sesudah minggu lalu kita berbicara tentang Sakramen Baptis, hari ini kita berbicara tentang sakramen Ekaristi atau yang sering kita sebut Kurban Misa atau Misa Kudus. Selain itu, sakramen Ekaristi juga bisa disebut sebagai Perjamuan Tuhan, Kurban Kudus, Perjamuan Ekaristi atau sakramen altar.
Konsili Vatikan II dalam
Lumen Gentium (no. 11) Sakramen Ekaristi disebut sebagai puncak dan
sumber seluruh kehidupan (culmen et fons vitae) Gereja. Melalui Ekaristi,
Kristus sendiri menghadirkan kurban salib-Nya, memberi santapan rohani, dan
menyatukan umat dalam Tubuh-Nya.
Ekaristi ditetap sendiri oleh Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir, ketika Dia mengambil roti dan anggur, mengucap syukur, lalu berkata: “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku” (Luk 22:19). Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (Luk 22:20). Setiap kali umat merayakan Ekaristi, sabda Yesus ini dihidupi kembali.
Dengan
menerima komuni dalam sakramen Ekaristi dengan layak, umat beriman memperoleh
Rahmat antara lain:
a)
Kesatuan
lebih erat dengan Kristus (KGK 1391).
b)
Pengampunan
dosa-dosa ringan (KGK 1394).
c) Kekuatan melawan dosa dan kelemahan.
d) Persatuan lebih mendalam dengan sesama dalam Gereja.
Yesus sendiri berkata: “Barangsiapa
makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia” (Yoh 6:56). Komuni menyatukan kita dengan Kristus dan membuat kita
menjadi anggota Tubuh Kristus yang hidup, memperbaharui Rahmat yang kita terima
pada saat pembaptisan dan meneguhkan kita dalam peperangan melawan dosa (KGK
1391-1397, 1416).








0 komentar:
Posting Komentar
Tuliskan komentar atau pertanyaan Anda disini