... di antara mereka ...

Mereka tidak perlu engkau ajari dengan ilmu yang engkau miliki, tetapi dampingilah mereka untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Walking together

Takdir menuntun kita ke jalan berliku dan membawa kita ke tempat yang asing. Yang perlu kau lakukan adalah mengenalinya. Zaman kompetisi sudah berlalu, kini eranya kolaborasi

Poker Face

Jangan pernah memberikan kepuasan kepada orang lain dengan membiarkan mereka mengetahui bahwa mereka telah berhasil melukai anda!

Long life Education

Nemo dat quod non habet - Tidak ada seorang pun dapat memberikan apa yang ia sendiri tidak miliki. So ... belajarlah sampai akhir!

Two in One

Dialog dan komunikasi yang baik akan membawa kita pada sebuah tujuan yang dicitakan.

Family is the core of life

Keluarga adalah harta yang paling berharga. Pergilah sejauh mungkin, namun pulanglah untuk keluarga!

The most wonderful and greatest gift

Anak-anakmu adalah anugerah terindah dan terbesar dalam hidupmu, tetapi mereka bukanlah milikmu!

The nice of brotherhood

Saudaramu adalah orang selalu siap melindungimu, meskipun baru saja engkau ingin memakannya. Satu alasan: karena engkaulah saudaranya.

Happiness is Simple

Bahagia itu sederhana: Pergilah bersamanya, nikmati alam dan pulanglah dalam sukacita!

Sendiri itu perlu

Sesekali ambil waktumu untuk diri sendiri: lihatlah ke kedalaman dan engkau tahu betapa banyak keburukanmu!

KAMAR DAGANG NURANI

 

Teman
kau tebar senyum dan janji
kau tawarkan berjuta jenis persahabatan
segalanya 'at home'
hingga aku masuk di bilik itu
kamar dagang nurani
 
Kemudian
kau bisa duduk di sofa itu
indah, teman
 
Tapi sofa itu aneh
buat lamunanmu keluar di batas rasio
namun kau rasa wajar
biasa
 
Sekarang
kau menebar senyum lagi
strategi sedikit kau ganti
kalau dulu janji, sekarang 'money'
 
Ah
tak percaya lagi
aku telah diasuh sejarah
didewasakan oleh pengalaman
bahkan aku mau
sejarah mengukir sebuah negeri
berhenti
 
Kalau kau tahu
hendaklah mengerti
kau adalah DEBU!

ATAS NAMA PEMBEBASAN

 

Kubebaskan gelasku
dari hitam pekat kopi
lepaslah dahagaku
kubebaskan piringku
dari berat nasi menghimpitnya
kenyanglah aku
 
Kuburu batas milik janda
dari penjarah
besok aku dapat sebagian
kubiarkan pengembara
singgah di rumahku
sebentar aku dapat bayarannya
 
Kubebaskan saudaraku
dari hawa panas; kutolong dia
kuambil bajunya
kubebaskan ibuku
dari berat badan berlebih
kurobek rahimnya
Dan, … aku terlahir
 
Segalanya berlangsung
atas nama pembebasan dan pertolongan
DEMI AKU

Jadilah Orang Tuli!!!

Diceriterakan pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil yang sedang melaksanakan lomba. Tujuannya adalah mencpai puncak sebuah Menara yang amat tinggi. Para penonton berkerumun berkumpul Bersama mengelilingi Menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta lomba.

Perlombaan pun dimulai. Secara jujur tak satupun diantara penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil itu bisa berhasil mencapai puncak menanra. Terdengar ada yang berkata, “Oh, jalannya terlalu susah, Mereka idak akan sampai ke puncak”. Ada juga yang mengatakan, “Tidak ada kesempatan untuk berhasil, menaranya terlalu tinggi!”

Katak-katak kecil itupun satu per satu mulai berjatuhan. Kecuali mereka yang tetap bersemangat menaiki Menara perlahan-lahan semakin tinggi dan semakin tinggi. Penonton terus bersorak, “Terlalu susah!! Tak seekor pun akan berhasil”. Dan kemudian lebih banyak lagi katak yang kelelahan dan akhirnya menyerah. Namun ada satu ekor yang terus merangkak hingga semakin tinggi dan semakin tinggi. Dia tidak mengenal kata menyerah atau kalah.

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki Menara. Kecuali seekor katak kecil yang begitu berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil sampai ke puncak Menara.

Semua katak kecil itu ingin tahu bagaiamana katak itu bisa melakukannya. Seekor peserta bertanya kepadanya bagaimana ia mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuan. Ternyata kata yang menjadi pemenang itu tuli.
Apa kiranya yang dapat anda tangkap pesan dari cerita tersebut. Tentu cerita ini adalah cerita rekaan, namun sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Lewat ceritera tadi saya mengajak anda semua untuk tidak sekali-kali mendengar perkataan orang lain yang mempunyai kecenderungan negatfi atau pesemis, karena mereka akan mengambil semua mimpi kita dan menjauhkannya dari kita.

Orang-orang yang menyampaikan kata-kata negative ketika kita sedang berjuang atau berusaha itu bisa jadi saudara, teman, sahabat, guru atau orangtua. Sekali lagi semua hal baik patut diperjuangkan. Jadi jangan ragu untuk focus pada target yang anda mau, meskipun banyak orang mengaatakan bahwa anda pasti akan gagal.

Tetapi apakah dengan demikian anda benar-benar menutup diri terhadap perkataan orang lain? Bagaimana kalau yang disampaikan oleh orang lain itu baik untuk kita? Bijaksanalah dalam hal ini. Gunakan akal sehat anda dan dengarkan hati nurani anda. Bersikap terbukalah terhadap semua hal-hal yang baik. Selama komentar yang disampaikan oleh orang lain berupa komentar yang sifatnya konstruktif, terimalah itu sebagai bagian dari evaluasi hidup anda. Tetap berpikir positif, niscayalah hal-hal yang positif akan dating menghampiri anda.

Yang paling penting adalah anda harus bersikap tuli jika ada rang yang mengatakan hal-hal negatif bahwa anda tidak bisa mencapai cita-ita anda, karena berbagai alasan. Selalu berkata dalam diri anda, “Saya pasti bisa!” Dan ingat bapak Profesor Dr. Dahlan Iskan, mantan direktur PLN pernah menulis buku dengan judul, “Tidak ada yang tidak bisa’”. Dalam buku itu diceritakan kisah sukses seorang Karmaka membesarkan bank NISP. Kisah dimulai dari perjalanan dan perjuangan Karmaka sejak kecil sampai menjadi tokoh yang sukses. Kisah hidup Karmaka yang senantiasa dihiasi dengan penderitaan dan perjuangan yang berat membuat dia menjadi seorang yang kuat yang tidak ingin kalah.

Jadi selama tujuan anda baik, maka tetaplah fokus pada tujuan itu. Perjuangkan dan jadilah tuli. Pepatah lama mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan. Tetap semangat! Jaga agar tidak mudah putus asa! Peliharalah sikap positif!

Dan jangan lupa: Jadilah orang tuli!

Kuat menghadapi Masalah dan Tantangan

Hidup di dunia ini penuh dengan tantangan bahkan rintangan-rintangan yang kadang terasa seperti di luar kemampuan kita untuk menghadapinya. Namun sesungguhnya hal itu yang membuat kehidupan menjadi sangat indah dan bermakna. Jika anda merasa bahwa anda memiliki banyak tantangan, masalah dan rintangan jangan bersedih, karena anda tidak sendiri.

Dalam masyarakat Nias dikenal pepatah yang mengatakan lö tanö si lö aukhu sino, yang artinya tidak ada daratan yang tidak diterpa terik matahari. Hal itu mengisyaratkan bahwa siapapun dan dimanapun anda berada selalu ada masalah dan tantangan yang menghampiri anda. Maka jika demikian, masihkan anda melarikan diri terhadap masalah dan tantangan hidup anda? Jangan! Cara terbaik menghadapi masalah dan tantangan adalah menghadapi masalah dan tantangan itu sampai anda keluar sebagai pemenang. Meskipun ada peluang bahwa anda akan gagal, tetapi sekurang-kurangnya anda gagal sebagai seorang kesatria yang bisa menepuk dada dengan bangga. Bukan bangga karena gagal, tetapi bangga karena anda bukanlah seorang pengecut. Dan jika rasa bangga itu ada, kemungkinan besar anda akan menghadapi masalah dan tantangan itu dengan pendekatan yang berbeda, sehingga pada akhirnya andalah sang pemenang.

Sesungguhnya yang dianggap masalah bukannlah sebuah masalah, melainkan merupakan sarana atau alat-alat untuk mengasah seseorang agar bisa mencapai potensi dirinya yang maksimal. Makanya memang setiap orang hendaknya tidak melarikan diri terhadap masalah yang datang. Karena setiap masalah yang anda lalui, membuat hidup kita naik satu tingkat.

Seorang penulis dan motivator hebat bernama Kevin Wu mengatakan dalam bukunya yang berjudul Everything is Possible, “tanpa angin yang kencang tiada layang-layang yang akan terbang tinggi”. Apa yang hendak dikatakan Kevin Wu dengan ini bahwa semakin besar masalah dan tantangan yang anda hadapi, maka semakin tinggilah kenaikan tingkat anda dalam kehidupan. Anda akan menerima banyak pelajaran tentang kehidupan.

Lagi dikisahkan seorang anak berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh dengan diskriminasi. Suatu hari ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya. “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” tanya ayahnya. Ia menjawab, “Mungkin 1 dollar”. “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika berhasil, berarti engkau telah membantu ayah dan ibumu,” ujar ayahnya.

“Saya akan mencobanya,” tanggap sang anak. Lalu dia membawa pakaian itu ke stasiun kereta bawah tanah dan menjual selama lebih dari enam jam, akhirnya ia berhasil menjual 2 dollar dan berlari pulang.

Kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba sekarang kau jual seharga 20 dollar?” “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling hanya 2 dollar,” sahutnya kepada sang ayah. Tetapi ayahnya berkata, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu?” Akhirnya, ia mendapatkan ide. Ia meminta bantuan sepupunya untuk menggambarkan seekor Donald Duck yang lucu dan seekor Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Ia lalu menjualnya di sekolah anak orang kaya, dan terjual 25 dollar.

Ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya dengan harga 200 dollar? Kali ini ia menerima tanpa keraguan sedikit pun. Kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farrah Fawcett berada di New York, sehabis konferensi pers, ia pun menerobos penjagaan pihak keamanan dan meminta Farrah Fawcett membubuhkan tanda tangan di pakaian bekasnya. Kemudian terjual 1500 dollar.

Malamnya, ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian ini, apa yang engkau pahami?” Ia menjawab “Selama kita mau berpikir pasti ada caranya.” Ayahnya menggelengkan kepala, “Engkau tidak salah, tapi bukan itu maksud ayah, ayah hanya ingin memberitahukanmu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar saja bisa ditingkatkan nilainya. Apalagi kita sebagai manusia? Mungkin kita berkulit gelap dan miskin, tapi apa bedanya?” ujar sang ayah. Sejak itu, ia belajar dengan lebih giat dan menjalani latihan lebih keras, dua puluh tahun kemudian, namanya terkenal di seluruh dunia. Itulah kisah Michael Jordan yang terkenal menjadi lengenda pemain basket NBA.

Jadi apakah anda masih menghindari pelajaran yang anda anggap sulit? Atau malah anda membuat komitmen dalam diri anda bahwa anda harus memenangi tantangan ini dan mencoba melakukannya dengan cara yang berbeda? Semua kembali kepada anda.

TITIPAN

Kutitipkan untukmu
untuk kamu pelihara dan jaga
aku begitu yakin
yakin, . . .
bukan berarti
kau bebas kemana
 
Memang
kepercayaan bukanlah jaminan
untuk kebersamaan
rahasia segala hati adalah kebenaran
 
Bahwa cinta adalah sebuah titipan
langit dan bumi adalah ruang
tempat dan waktu adalah jarak
mata,
hati,
rindu,
hanyalah sebuah nuansa
 
Kutitipkan untukmu
aku begitu yakin