SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus. Seperti sudah kita ketahui bahwa Gereja Katolik mempunyai tujuh sakramen, salah satunya adalah Sakramen pengurapan orang sakit atau disebut juga dengan sakramen Perminyakan Suci. Disebut sebagai sakramen pengurapan orang sakit, karena diberikan kepada umat beriman yang sedang mengalami sakit berat atau dalam bahaya karena usia lanjut. Melalui sakramen ini, Kristus hadir secara istimewa untuk memberikan penguatan, penghiburan, serta pengampunan dosa.

Dalam Surat Yakobus 5:14-15: "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni."

Ayat ini menegaskan bahwa pengurapan dengan minyak dalam nama Tuhan adalah sarana rahmat untuk kesembuhan rohani bahkan jasmani, sesuai kehendak Allah.

Sakramen ini memiliki tiga makna utama:

1.    Penguatan Rohani. Kristus sendiri hadir untuk menguatkan orang sakit agar tetap teguh dalam iman, tidak putus asa, dan mampu memikul salib penderitaannya dengan bersatu pada penderitaan Kristus.

2.    Pengampunan Dosa. Bila orang sakit tidak dapat lagi mengaku dosa, Sakramen Perminyakan Suci juga membawa pengampunan dosa. Ini menjadi rahmat besar agar orang sakit berdamai dengan Allah.

3.    Kesembuhan Jiwa dan Tubuh. Kadang Tuhan juga memberikan kesembuhan jasmani jika itu berguna bagi keselamatan. Namun yang pasti, sakramen ini membawa kesembuhan batin dan kedamaian.

Banyak juga umat salah paham, seakan-akan Sakramen Perminyakan Suci hanya untuk “orang yang ada dalam sakratul maut.” Padahal Gereja mengajarkan (KGK 1514-1515) bahwa sakramen ini diberikan kepada:

·      Mereka yang sedang sakit berat.

·      Mereka yang akan menjalani operasi besar.

·      Lansia yang semakin lemah karena usia.

·      Orang yang mengalami kondisi sakit serius berulang kali.

Artinya, sakramen ini bukan hanya "sakramen terakhir," melainkan sakramen kehidupan dan pengharapan.

Tanda lahiriah dari sakramen ini adalah pengolesan minyak suci pada dahi dan telapan tangan orang sakit, diiringi dengan doa-doa (KGK 1517-1519-1531). Doa imam yang memohon rahmat penguatan, penghiburan, dan keselamatan. 

Hasil atau buah dari dari sakramen ini adalah:

·      Kehadiran Kristus yang memberi damai dan kekuatan.

·      Pengampunan dosa.

·      Kadang disertai pemulihan kesehatan jasmani.

·      Persiapan penuh harapan untuk berpulang kepada Bapa bila saatnya tiba.

Saudara-saudari, Sakramen Perminyakan Suci adalah wujud kasih Allah yang nyata bagi umat yang menderita. Dalam sakit dan kelemahan, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Kristus yang dahulu menyembuhkan orang sakit, kini hadir melalui Gereja-Nya untuk menguatkan dan menyelamatkan kita.

Maka, janganlah menunda meminta Sakramen Perminyakan Suci jika ada keluarga kita yang sakit berat atau lanjut usia. Sebab melalui sakramen ini, kita mengalami kasih Allah yang menguatkan sampai akhir.

0 komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentar atau pertanyaan Anda disini